ProteksiDini
Menu
FAQCara PemesananTestimoniArtikel
Pesan Sekarang via WhatsApp

Edukasi Kesehatan Reproduksi

Kontrasepsi Darurat (Kondar): Panduan Lengkap

Apa itu kondar, kapan digunakan, seberapa efektif, dan apa saja efek sampingnya. Informasi yang perlu kamu tahu sebelum dan sesudah memakainya.

Apa Itu Kontrasepsi Darurat?

Kontrasepsi darurat — sering disingkat kondar, dikenal juga sebagai pil KB darurat, pil anti hamil setelah berhubungan, atau morning after pill — adalah metode pencegahan kehamilan yang digunakan setelah hubungan intim tanpa perlindungan.

Kondar berbeda dari pil KB harian. Pil KB harian dikonsumsi rutin setiap hari sebagai pencegahan kontinyu, sedangkan kondar adalah solusi sekali pakai untuk situasi tak terduga: kondom bocor, lupa minum pil KB beberapa hari, hubungan tanpa pengaman yang tidak direncanakan, atau setelah pelecehan seksual.

Di Indonesia, jenis kondar yang paling umum tersedia adalah Postinor (sering disebut postpil) yang mengandung levonorgestrel 0,75 mg. Tersedia dalam kemasan 2 tablet per box.

Kapan Kondar Digunakan?

Kondar digunakan dalam situasi berikut:

  • Hubungan intim tanpa kontrasepsi apapun
  • Kondom bocor, sobek, atau lepas saat berhubungan
  • Lupa minum pil KB selama 2 hari berturut-turut atau lebih
  • Diafragma atau cervical cap tergeser dari posisinya
  • Salah hitung masa subur saat menggunakan metode kalender
  • Setelah hubungan paksa atau pelecehan seksual

Yang penting: kondar paling efektif jika diminum secepat mungkin setelah kejadian. Idealnya dalam 12–24 jam pertama.

Efektivitas Kondar Berdasarkan Waktu

Efektivitas kondar levonorgestrel menurun setiap jam:

0–24 jam95%
24–48 jam85%
48–72 jam58%
>72 jam<30%

Inti: setiap jam yang berlalu memperkecil peluang efektivitas. Jangan tunda jika kamu sudah memutuskan untuk pakai kondar.

Cara Kerja Kondar

Kondar levonorgestrel bekerja terutama dengan cara menunda atau mencegah ovulasi (pelepasan sel telur dari ovarium). Tanpa sel telur yang siap dibuahi, kehamilan tidak dapat terjadi.

Kondar bukan obat aborsi. Jika ovulasi sudah terjadi dan sel telur sudah dibuahi, kondar tidak akan menggugurkan kandungan. Inilah alasan mengapa efektivitasnya menurun seiring waktu — semakin dekat ke ovulasi, semakin kecil peluang menundanya.

Mekanisme tambahan: kondar dapat mengentalkan lendir serviks sehingga sperma sulit mencapai sel telur, dan dapat memengaruhi pergerakan sperma di saluran reproduksi.

Efek Samping yang Mungkin Terjadi

Sebagian besar perempuan tidak mengalami efek samping serius. Yang umum dilaporkan dan bersifat sementara (1–3 hari):

Mual ringan
Sakit kepala
Nyeri perut bawah
Pusing
Lelah / mengantuk
Payudara terasa sensitif
Spotting (bercak darah)
Menstruasi maju/mundur beberapa hari

Hubungi tenaga medis bila mengalami: nyeri perut hebat lebih dari 3 hari, perdarahan sangat banyak, muntah dalam 2 jam pertama setelah minum (mungkin perlu dosis ulang), atau menstruasi terlambat lebih dari 7 hari.

Yang Sering Disalahpahami

“Kondar bisa dipakai tiap minggu sebagai pengganti pil KB”

Salah. Kondar dirancang untuk situasi darurat sesekali. Penggunaan terlalu sering dapat mengacaukan siklus menstruasi dan tidak seefektif kontrasepsi rutin. Untuk pencegahan jangka panjang, gunakan pil KB harian, IUD, suntik, atau metode lain.

“Kondar = aborsi”

Salah. Kondar bekerja sebelum kehamilan terjadi (dengan menunda ovulasi). Bila kehamilan sudah terjadi, kondar tidak akan berpengaruh.

“Kondar melindungi dari penyakit menular seksual”

Salah. Kondar hanya mencegah kehamilan. Untuk perlindungan dari IMS (HIV, sifilis, gonore, dll.), gunakan kondom.

“Cuma boleh diminum kalau yakin hamil”

Salah. Justru sebaliknya — kondar harus diminum sebelum kepastian hamil, idealnya secepat mungkin setelah hubungan tanpa pengaman. Tes kehamilan baru bisa akurat 2–3 minggu setelah hubungan, terlalu lama untuk menunggu.

Butuh Konsultasi atau Pesan Kondar?

Tim ProteksiDini.id siap menjawab pertanyaan tentang kondar dan membantu pemesanan Postinor (postpil) dengan layanan private dan pengiriman cepat.